Cara Merawat Batu Bacan King Obi

Cara Merawat Batu Bacan King Obi- Tidak salah lagi jika orang mengatakan bahwa, Pulau Maluku mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Batu batu alam yang memiliki nilai yang tinggisehingga pulau Maluku memiliki nama dan menjadi prioritas di kancah Internasional.Kini menambang batu sudah menjadi pekerjaan pokok bagi masyarakat yang tinggal di daerah penghasil batu bacan obi ini.

Batu bacan obi memiliki ciri ciri warna yang sempurna, batu bacan obi ini memiliki beberapa warna antara lain merah, coklat, kuning, hijau dan warna orange seperti warna buah jeruk. Batu bacan obi ini memiliki warna yang natural yang tidak bermetamorfosis seperti layaknya batu bacan yang bisa berubah dalam waktu tertentu.

Batu bacan obi memiliki tingkat kekerasan yang cukup keras. Ada jenis batu bacan obi yang berdaya seni tinggi, yaitu dengan 2 atau 3 warna kombinasi yang mana para penggemar batu bacan menyebutnya dengan batu King obi yang memiliki harga mahal.

Biasanya batu bacan king obi memiliki tekstur di dalam batu. Jadi warnanya tidak semata mata tembus pandang saja, namun ada unsur mineral yang tergantung di dalam batu bacan king obi.

Batu yang memiliki guratan serat di dalamnya merupakan batu asli yang tidak mungkin bisa dibuat oleh manusia bahkan dengan alat canggih sekalipun.

Berikut ini kami sajikan tips atau Cara Merawat Batu Bacan King Obi. Simak ulasan kami berikut ini:


Pertama:Siapkan batu bacan obi yang sudah dihaluskan dan sudah dalam bentuk porselen
   
Kedua: Masukkan dalam rendaman air pocary sweat di dalam toples
   
Ketiga: Usahakan permukaan batu tertutup sempurna oleh air pocary sweat
   
Keempat: Simpan didalam almari rumah sampai 2 bulan lebih
   
Kelima: Ganti air rendaman tiap satu minggu sekali, batu bacan obi akan berubah warna dan lebih mengkilap
   
Keenam: Gosok dengan kertas serbuk intan dan olesi minyak baby oil agar hasil lebih mengkilap

Demikian sajian kami tentang Cara Merawat Batu Bacan King Obi. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat bagi anda semua. Selamat mencoba.

Tips Merawat Batu Bacan Doko

Tips Merawat Batu Bacan Doko- Batu bacan memiliki karakteristik warna yang berbeda-beda. Batu Bacan Palamea memiliki karakter warna kebiruan, sedangkan Doko cenderung kehijauan, dan Obi lebih ke warna merah. Batu Bacan mengalami pemrosesan warna, dari buram ke warna bening. Semakin bening, semakin mahal harganya.

Batu Bacan memiliki keunikan dan khas, yang tak dimiliki jenis batu manapun di dunia, Selain karakter kristal yang super batu Bacan juga seolah hidup atau ber-Metamorfosis. Sehingga banyak penggemar batu yang tertarik untuk memimiliki sekaligus memelihara dan merawatnya.

Permintaan pasar yang tinggi terhadap batu bacan ini adalah penyebab kenapa para penggali, pengumpul dan pedagang bacan tidak lagi menyortir hasil galian yang dilempar ke pasar. Selain itu, persediaan bahan galian batu bacan berkwalitas semakin menipis. Sehingga mau tak mau, para spekulan bahan bacan mencoba meraup keuntungan dengan menjual bahan bacan dan batu akik bacan dengan kwalitas rendah.

Untuk itu saya ingin berbagi beberapa Tips Merawat Batu Bacan Doko menjadi kristal dan selalu segar berkilau.

Cara merawat batu Bacan Hitam menjadi Bacan hijau kristal dengan Tratment Rendaman

1. Rendam bacan Hitam atau yg belum hijau kristal dalam air yang sudah kita siapkan selama 2-3 hari, hal ini untuk mengeluarkan mineral, minyak dan zat kimia lain yang banyak terkadung didalamnya

2. Setalah direndam keringkan, dengan mengangkat dan lap dengan tisue atau kain sampai benar-benar kering.

3. Batu bacan yang sudah kering di poles dengan kulit agar kandungan zat yang keluar dan menempel benar-banar hilang, untuk lebih meyakinkan ulangi terus pemolesan sampai +/-3 hari..

4. Lakukan pemanasan Batu Bacan, pemanasan sampai suhu max 80 derajat C. Pemanasan dapat menggunakan berbagai alat pemanas seperti: Rice Cooker, Coffee Maker, Hair Dryer, Setrika dan menjemur dibawah sinar matahari pagi.

5. Pemanasan Batu Bacan dilakukan sampai warna Batu Bacan yg hitam/coklat berubah jadi warna biru & merata semua, lakukan berulang-ulang dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu.

6. Khusus Batu Bacan yang sudah berbatu bacan tsb sudah merata semua rendam batu tsb di air sampai batu tsb crystal kembali. jika batu tsb mengandung kapur maka kapur tsb akan naik kepermukaan semua & harus di gosok ulang supaya batu menjadi crystal & bersih.

7. Ingat Batu Bacan yang akan diproses pemanasan harus dalam keadaan kering, hal ini memang harus harus menjadi perhatian utama, agar Batu Bacan tidak mengalami crack atau keretakan dalam setelah menjalani proses pemanasan.

Demikian Ulasan singkat Mengenai Tips Merawat Batu Bacan Doko. Khusus untk bacan yang sudah mulai mengkristal sebainya jangan lakukan pemanasan buatan, lakukan hanya dengan penjemuran dibawah sinar matahari pagi, penjemuaran Batu Bacan dengan mataharipun jangan terlalu lama usahakan hanya 30-60 menit saja tergantung kecerahan cuaca saat penjemuran.

Cairan Untuk Merawat Batu Bacan

Cairan Untuk Perawatan Batu Bacan- Banyak metode perawatan yang dilakukan agar batu Bacan Hitam menjadi Bacan hijau kristal, treatment untuk mengangkat kapur, menghilangkan bercak hitam menjadi hijau sehingga batu bacan tampak segar dan kinclong. Sepertinya setiap pecinta Batu Bacan memiliki cara dan tratment sendiri-sendiri yang didasari pengalaman masing-masing, semua berlomba mengolah Batu Bacan miliknya menjadi Hijau dan kristal

Selain dari Cara Merawat Bacan Kapur dengan Cairan Ion seperti Pocari Sweat, berikut ini adalah cara perawatan bacan muda berkapur dengan menggunakan cairan pembersih mulut. Secara garis besar Tentang cara merawat bacan ini hampir sama, hanya cairan ‘trigger’ yang digunakan adalah cairan pembersih mulut seperti Listerin, Colgate, Pepsodent dan lain sebagainya.

Komposisi cairan pembersih mulut ini terdiri dari Air, Alkohol, Sorbitol Solution, Benzoic Acid, Sodium Citrate, dan beberapa kandungan kimia lainnya. Sehingga dipercaya para spekulan bahan batu akik bacan untuk dipergunakan dalam proses treatment bacan berkapur dan yang masih mengandung flek hitam agar bacan miliknya lebih cepat berproses menjadi bening (kristal).

1. Bahan yang akan ditreatment sebaiknya yang sudah berbentuk potongan kecil atau yang sudah terpola, karena semakin besar dimensinya akan semakin lama prosesnya. Bila sudah berbentuk batu akik, caba untuk digosok terlebih dulu permukaan akik dengan amplas halus untuk membuka pori-pori batu.

2. Sediakan bejana kaca (mis. toples, botol bermulut besar) yang memiliki penutup rapat, yang dapat menjadi wadah dan mampu menahan penguapan.

3. Tuang Listerine ke dalam toples dan masukkan bacan hingga terendam. Penggunaan merek Listerine adalah karena komposisi pembentuknya lebih kaya.

4. Tutup rapat penutup toples dan simpan pada tempat aman yang mudah dipantau.

5. Lakukan perendaman selama 3 hingga 7 hari.

6. Pada hari ke 8, ambil bacan dari toples masukkan ke dalam wadah (baskom) berisi air tanah (mengandung mineral alami) hingga terendam.

7. Lakukan perendaman dengan air ini minimal 3 hari dengan maksud untuk mengangkat fleks atau kandungan kapur yang telah diurai oleh cairan pembersih mulut.

8. Jangan lupa untuk mengganti airnya setiap hari agar kapur tak lagi melekat pada bacan.

9. Pada hari terakhir, lakukan rekayasa perubahan suhu dengan cara merebus batu dengan air selama 10 hingga 20 menit pada suhu di bawah titik didih air ( < 100° C ). Batu bacan harus terendam dengan air dan pantau suhu agar tak melampaui titik didih air dengan cara mengontrol besar api kompor.

10.Jika perubahan belum mendapat hasil yang diinginkan, ulangi proses cara merawat bacan kapur ini dari awal lagi.

11. Untuk hasil sempurna setelah treatment perawatan bacan ini, bentuk bahan bacan atau gosok kembali batu akik bacan anda untuk mengkilapkannya.

Yang harus diingat bahwa, cara merawat bacan ini dapat saja beresiko merusak bacan yang anda miliki, karena mungkin bahan bacan yang akan di-treatment memiliki kondisi yang berbeda. Dan anda harus siap dengan resiko apapun karena kebanyakan treatment cara merawat bacan diperoleh dari pengalaman coba-coba.

Demikian ulasan singkat mengenai Cairan Untuk Perawatan Batu Bacan, semoga sajian kami bermanfaat bagi anda.

Cara Menangani Bau Bacan yang Retak

Batu Bacan Unik dan istimewa, Kata Bacan itu berasal dari nama sebuah pulau di Kabupaten Maluku Utara saat pertamakali Batu Bacan ini diperjual belikan khsusnya dikota Labuha. Sebenarnya Batu Bacan itu sendiri berasal dari pulau Kasiruta dari pulau inilah diketemukan dan ditambang. Pulau Kasiruta sendiri berada disebelah Barat Pulau Bacan.

Batu Bacan memiliki keunikan dan khas, yang tak dimiliki jenis batu manapun di dunia, Selain karakter kristal yang super batu Bacan juga seolah hidup atau ber-Metamorfosis. Sehingga banyak penggemar batu yang tertarik untuk memimiliki sekaligus memelihara dan merawatnya.

Terbayang tidak bila Batu Bacan kesayangan kita tiba-tiba retak karena berbagai hal. Batu Bacan retak halus atau retak rambut membuat Batu Bacan kesayangan menjadi berkurang nilainya dan tak lagi istimewa, bahkan bisa jadi membuat kita jadi galau karena memikirkan keretakan tersebut terus menerus.

Retak atau pecah halus pada batu Bacan dapat terjadi karena beberapa sebab sepele, seperti terjatuh kelantai keras, suhu panas biasanya menaruh batu cincin didasbord mobil saat matahari terik, bisa juga tertindih benda lain saat disimpan dan hal sepele lainnya yang kadang tidak pernah kita bayangkan bahwa  hal-hal tersebut dapat menyebabkan batu kesayangan kita akan mengalami Crack atau pecah.

Nah bagaimana cara mengatasi retak atau pecah halus pada batu Bacan kesayangan tersebut, berikut adalah trik sederhana yang sering dilakukan oleh para pecinta batu Bacan.
Inilah salah satu langkah untuk mengatasinya , Treatmen ini menggunakan tehnik rendaman minyak zaitun.

1.Siapkan wadah yang bisa tertutup rapat, (Saya menggunakan toples kaca bekas Selai)
2.Isi wadah dengan Minyak zaitun dan bijinya (jika ada biji)
3.Masukan batu Bacan yang retak

4.Rendam batu akik dengan minyak zaitun sampai menutupi seluruh bat.
5.Tutup dan simpan dan ingat jangan sering dibuka.
6.Lakukan rendaman +/- 2-3 bulan tergantung perkembangan.

Selamat mencoba, semoga berhasil dan sehingga Batu Bacan kesayangan yang retak dapat kembali normal seperti sediakala.

Warna-Warni Batu Bacan Obi

Batu akik kini tengah menjadi trend hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tak heran di mana-mana orang ramai berburu batu akik. Perdagangan akik juga marak mulai dari bahan jadi sampai bahan bongkahan batu.

Berburu dan mengoleksi batu alam bagi kebanyakan orang adalah kegiatan yang mengasyikkan. Orang yang tertarik memiliki batu cincin pun kini semakin meluas, termasuk generasi muda. Batu cincin dianggap unik untuk dikoleksi dan sangat bagus untuk dijadikan aksesori.

Maluku utara kiranya pantas menjadi kebanggaan bangsa ini. Karena hasil kekayaan alamnya yang mudah di temukan ini membawa Indonesia ke kancah internasional. Batu bacan memberikan suguhan khusus bagi para pencinta batu. Dengan adanya pemberian warna yang klasik dan antik membuat banyak orang tertarik. Termasuk batu bacan obi yang juga banyak di buru.

Batu bacan obi yang memiliki warna yang sangat sempurna, sampai saat ini batu bacan obi banyak di pilih oleh wisatawan asing yang sengaja mendatangi Indonesia untuk mencari batu permata tersebut. Dengan banyaknya batu obi yang sudah mulai di pasarkan di daerah Indonesia khususnya di Jakarta, tak heran jika untuk mendapatkan batu ini cukup datang ke Jakarta tanpa harus pergi ke Ternate.

Batu bacan obi memiliki warna yang alami tanpa adanya perubahan. Namun setiap batu bacan obi miliki warna yang berbeda. Dengan adanya warna yang berbeda, tentunya para penggemar batu ini bisa memilih sendiri dengan melihat warna apa yang lebih menonjolkan ciri khas yang indah. Dari mulai warna merah, hijau, kuning Kristal sampai orange yang di miliki oleh batu bacan obi.

Jenis batu bacan obi memiliki tekstur yang sangat keras dari pada batu bacan yang lainnya ketika sudah mencapai kesempurnaan. Salah satu batu bacan obi yang banyak di cari yaitu batu kombinasi tiga warna. Batu yang di sebut King Obi ini merupakan satu bongkahan batu namun memiliki warna yang berbeda. Perbedaan warna ini terjadi tergantung pada unsur yang berada di dalamnya seperti unsur mineral yang akan membentuknya. Jika mineral di dalamnya semakin banyak, maka warna yang di hasilkannya pun akan semakin beraneka ragam dan lebih menarik.

King obi ini memiliki tingkat Kristal yang sangat tinggi dan juga memiliki star. King obi merupakan penamaan khusus bagi permata batu bacan yang memang berwarna kuning, orange, merah dan juga putih. Dengan keunikannya ini, batu bacan obi di taksir dengan harga yang lumayan besar di banding batu bacan doko ataupun batu bacan palamea. Nama ini memang di berikan oleh seorang penemu yang berasal dari daerah tersebut dan kini menjadi seorang kolektor.

Bagi anda yang ingin memiliki keindahan batu ini. Sudah mulai bisa mencarinya dengan mudah. Banyak pembisnis di berbagai daerah yang menjual kembali batu bacan obi dari tanah Halmahera ini. Namun dengan populernya batu tersebut akhr-akhir ini, ternyata banyak juga batu palsu yang di padukan dengan zat kimia agar terlihat mirip sekali. Untuk itu perlu hati-hati sekali ketika ingin membelinya. Batu bacan asli akan mengalami perubahan warna sampai beberapa bulan, baru akan terlihat warna asli dari batu tersebut. Lalu bias seperti air di dalamnya akan terlihat sehingga dapat memantulkan cahaya dengan indah. itu karakteristik batu bacan yang memang harus di perhatikan ketika akan membelinya.

Bagi anda yang masih awam dengan karakter dan ciri batu bacan obi, agar berhati-hati karena kini banyak juga beredar batu-batu mirip bacan obi, batu imitasi (masakan) dan bacan obi celupan supaya andaA terhindar dari penipuan modus ini.

Ragam Cerita Batu Asli Indonesia

Semua penggemar batu permata tentu sangat tahu keindahan setiap batu permata. Bagi orang awam, mungkin keindahan ini kurang bisa merasakan. Nah, tahukah kita cerita-cerita yang mengiringi setiap batu permata? Ada beragam batu permata, dan ada berbagai cerita yang mengikutinya.

Batu Bacan:

    * Nama Ilmiah: Chrysocolla Chalcedony
    * Berasal dari bahasa Yunani: Chryso (emas) dan Colla (lem), karena dulunya digunakan oleh tukang emas sebagai bahan untuk solder / patri
    * Chrysocolla pertama digunakan oleh seorang filsuf sekaligus ahli botani Yunani yang bernama        Theophratus pada tahun 315 sebelum masehi
    * Biasa disebut Giok Indonesia / Giok biru 
    * Warna bacan bervariasi, dari biru, hijau, hati hiu, kembang super, merah, dll
    * Umumnya batu bacan Indonesia dibagi menjadi 2 jenis: bacan Doko (kehijauan) dan bacan Palamea (kebiruan)
    * Batu bacan Indonesia umumnya ditambang di pulau Kasiruta (Maluku), di desa Doko, desa Palamea, desa Imbu-Imbu, desa Besori, dan beberapa tempat       lainnya di Maluku
    * Batu bacan King Obi merupakan jenis lain dari batu bacan yang mahal harganya. Terdiri dari beberapa warna dan bahan penyusun (Yellow King, Red       King, Orange King dan White King)
    * Batu bacan disebut Batu Hidup, karena kemampuannya dengan cepat berubah warna dan mengkristal secara alami

Batu Bio Solar:

    * Bio Solar ini memiliki ciri khas warna mirip dengan warna BBM Solar dan memiliki efek/jiwang yang    kuat, efek itu membentuk alami didalam struktur       batu tersebut.Untuk itulah batu ini diberi nama Bio Solar
    * Bio Solar di Indonesia biasanya terbagi 2 jenis, Bio Solar Aceh dan Bio Solar Baturaja
    * Bio Solar Aceh merupakan salah satu batu mulia yang masuk dalam golongan batu Idocrase. Bio Solar Aceh selain harganya tergolong mahal untuk       mendapatkannya juga tidak mudah. Karena itu batu jenis Idocrase Solar Aceh sangat diminati dan paling dicari-cari oleh para gamestoners
    * Solar aceh termasuk jenis Giok dengan beragam kualitas dan warna, jenis super solar Aceh tidak kalah dengan batu kristal yang sudah populer       terdahulu. Giok sendiri adalah sejenis batu permata, salah satu dari jenis batu permata yang di dalamnya terdiri dari banyak unsur mineral yang telah       ditemukan dan digunakan oleh bangsa timur selama beribu-ribu tahun lalu.
    * Batu Giok Gayo/Aceh yang sudah diuji kekerasan di laboratorium di Jakarta memiliki kadar kekerasan mencapai 7, 3 Skala Moh’ s. Batu kelas ini       tergolong jenis batu mulia dan batu mulia tanggung, nilai kerasnya kira-kira 7, sebagian besar terdiri dari asam kersik ( kiezelzuur)


Batu Garut (Bungbulang):

    * Nama ilmiah: Chrysoprase Chalcedony (anggota utama dari quartz family minerals yang mengandung unsur nikel)
    * Daerah asal bungbulang garut dari kecamatan Bungbulang kabupaten Garut
    * Batu garut yang terkenal berwarna hijau (hijau garut / batu ohen hijau kristal)
    * Disebut batu ohen hijau karena ditemukan di lahan milik abah Ohen

Batu Kalimaya:

    * Nama ilmiah: Opal
    * Biasa disebut orang Indonesia Biduri Kluwung
    * Berwarna putih, abu-abu, ungu-putih, hijau, biru, hitam seperti awan yang di selimuti mega dan terlihat bintang-bintang warna emas
    * Kalimaya yang memiliki perpaduan warna merah dan hitam merupakan jenis yang langka. Sedangkan Kalimaya yang memiliki perpaduan warna putih       dan hijau merupakan jenis yang umum dan sering ditemukan.
    * Kekerasan 5,5 sampai 6 skala Mohr
    * Susunan kimia:  kiezelzuur dan air dengan bercampur bermacam-macam logam yang menyebabkan terjadinya warna-warna yang seakan hidup dan       berganti-ganti
    * Batu opal dapat ditemukan di:  India, Tiongkok, Mesir, Sri Lanka, Mexico, Australia, Philipina, Vietnam, Birma, Amerika, Eropa, Machuria, dan Indonesia       (opal putih ditemukan dibilangan Garut dan Pelabuhan Ratu (Sukabumi)
    * Satu-satunya tempat di dunia dari kalimaya hitam adalah parit atau tambang batu jenis itu di Lighting Ridge, dekat Darling, wilayah New South Wales       (autralia)
    * Hingga kini Australia masih menjadi pemasok terbesar batu Kalimaya. Negeri Kanguru itu memproduksi 97 persen dari pasokan Kalimaya dunia.
    * Ada perbedaan pendapat terkait asal usul nama Opal. Sebagian kalangan meyakini nama Opal diambil dari istilah Romawi, Opalus. Mengacu kepada istri       Saturnus dan dewi kesuburan yang bernama Opalia. Pendapat lain mengatakan penggunaan nama Opal berasal dari bahasa Yunani, opillos yang       memiliki dua makna. Makna pertama berarti melihat. Dan makna kedua adalah ‘sesuatu yang lain’ atau ‘perubahan’
    * Namun, ada juga pendapat yang mengatakan nama Opal berasal dari bahasa sansekerta, Upala.
    * Kepercayaan asal nama Opal dari bahasa Sanskerta mengacu kepada catatan Romawi sekitar tahun 250 SM. Awalnya batu ini diketahui memiliki nama       yang bermacam-macam dan baru dibakukan penggunaan nama Opal setelah 250 SM. Dalam catatan tersebut diketahui Opal didatangkan oleh pedagang       Bosporus yang mengaku memasok Opal dari India.

Batu Lumut Aceh (Indocrase):

    * Biasa disebut juga Giok Aceh.
    * Batu lumut Aceh memiliki ciri khas warna hijau dengan serat mirip lumut dan termasuk jenis batu kristal tembus cahaya jika disenter.
    * Batu yang didapat dari Nagan Raya dan Sungai Lumut, Aceh Tengah dan Gayo Lues, ini merupakan batu original Aceh.
    * Giok Nagan berewarna hijau terang dan giok di Sungai Lumut berwarna hijau tua
    * Giok Aceh mempunyai ciri khas, jika dipegang terasa dingin, berbeda dengan batu mulia dari Garut dan batu bacan yang tidak dingin tapi memiliki       kelebihan warna yang indah.
    * Idocrase yang secara visual berwarna hijau dan ada pengaruh coklat dan kuning, idocrase sering sekali bercampur Hydrogrossular Garnet. Di dalam       perdagangan internasional Idocrase juga dikenal dengan sebutan Vesuvianite, Californite, California Jade. Tapi yang pasti idocrase sama sekali bukan       merupakan varian dari Jade atau Nephrite Jade.
    * Warna lumut aceh bervariasi, ada yang full dengan lumut hijaunya dan klep air (giwang dalam bahasa aceh). Untuk kwalitas super, hampir tidak ada       kapurnya.

Batu Sungai Dareh:

    * Batu yang juga dikenal dengan sebutan giok kandi ini tidak hanya kesohor di Indonesia tapi sampai mancanegara. Popularitas batu menanjka sejak        Presiden Amerika Barack Obama dikabarkan mengenakan batu cincin asal Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat itu di jari tangannya.
    * Batu sungai dareh memiliki banyak sebutan diantaranya batu lumuik, batu lumut, giok sumatera dan giok kandi.
    * Kunikan dan kelebihan atau keistimewaan batu sungai dareh terletak pada corak an warna batu yang sangat menawan. Batu ini juga memiliki kekerasan       standar batu mulia kualitas internasional dengan keras 7 skala mohs atau sama dengan batui Giok china yang telah dikenal manusia ribuan tahun lalu.
    * Batu ini sebenarnya sudah dikenal sejak lama, tepatnya sekitar tahun 1970-an. Hanya saja waktu itu sampai dalam beberapa terakhir ini batu akik masih       belum banyak dikenal dan belum diminati masyarakat secara luas. Namun belakangan ini batu akik telah menjadi tren dan diskai banyak orang       termasuk kalangan muda.
    * Pada sekitar tahun 70-an batu sungai dareh ini dikenal masyarakat dengan nama ‘Giok Kandi’ karena batu itu pertama ditemukan di Sungai Kandi dan       Bukit Puti Bungsu Solok Selatan Sumatera. Sedangkan batu yang banyak ditemukan di daerah Sungai Dareh seperti nama yang melekat pada batu ini,       diyakini masyarakat sumatera merupakan cikal bakal batu dari daerah Kandi yang terbawa arus sungai.
    * Sungai Dareh sendiri berada di Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. Sungai Dareh dan Pulau Punjung dipisahkan oleh Sungai       Batanghari
    * Khasiat batu lumuik sungai dareh diantaranya : Dipercaya dapat meningkatkan keselarasan dengan alam sekitar – menjaga keseimbangan emosional –       membuat stamina menjadi lebih kuat dan bersemangat – Menetralisir racun dalam tubuh – Bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar dapat dijadikan       sebagai perlindungan diri (hanya allah yang maha melindungi). Warna hijau pada batu ini : dapat memperkuat daya kerja jantung – saraf – atau fisik       secara umum. Kualitas batu yang setara dengan Giok (jade) dipercaya untuk menghilangkan stres, relaxasi dan menyelaraskan pikiran – Bijaksana dan       menghambat energi negatif dalam tubuh.
    * Sungai dareh juga terdiri dari berbagai jenis baik berdasarkan warna, karakter, corak maupun kualitas batu, sehingga batu ini dikenal dengan banyak       nama seperti batu sungai dareh pucuk pisang, kumbang jati, kristal dan masih banyak jenis lainnya dengan beragam nama.
    * Untuk jenis pucuk pisang kristal batu dan warna terlihat hijau muda agak kekuningan dan terdapat belang hijau tua didalamnya, bagitu juga dengan       kumbang tentu ada perbedaan dengan jenis lainnya.
    * Warna batu sungai dareh setidaknya ada 68 warna. Jenis yang sangat populer adalah kumbang jati dan pucuk pisang. Batu ini memiliki empat kesamaan       warna, yaitu dengan kopas, jamrud, giok dan yakub.


Batu Zamrud:

    * Komposisi zamrud adalah senyawa Al2Be3[Si6O18]
    * Indeks bias: 2,67 – 2,78
    * Sistem kristal: heksagonal
    * Warna bervariasi, dari hijau muda, hijau kekuningan, hijau kebiruan sampai hijau tua
    * Mayoritas mineral zamrud membawa ciri khas alami berupa retakan-retakan ataupun serat-serat
    * Zamrud termasuk mineral silikat beril (mengandung beryllium), dan warna hijaunya disebabkan oleh kelumit kromium
    * Adanya vanadium dan besi menyertai kelumit kromium itu menyebabkan berbagai ragam warna pada zamrud
    * Kekerasan zamrud berada pada 7,5 dalam skala Mohr
    * Penghasil zamrud kwalitas tinggi adalah Kolumbia, Siberia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Australia dan Brazil
    * Kata Emeral berasal dari bahasa Perancis lama: Esmeraude dan Inggris pertengahan: Emeraude, yang berarti kehijauan
    * Zamrud diyakini sebagai lambang cinta sejati dan kebijaksanaan










Cara Merawat Batu Bacan Kristal agar Lebih Mengkristal

Penggemar batu permata atau batu mulia pasti telah paham apa itu batu Bacan. Batu berwarna hijau dengan corak hitam di beberapa bagiannya tersebut kini sedang jadi primadona. Keindahan batu Bacan yang sering disebut juga batu Giok Indonesia itu bahkan telah terdengar hingga ke  Taiwan dan China, menyebabkan permintaan dan harga batu tersebut melonjak tajam.

Batu Bacan (chrysocola) di tanah air hanya dapat ditemukan di daerah Maluku Utara, tepatnya Kabupaten Halmahera Selatan di sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Bacan. Jenisnya dinamakan sesuai dengan nama daerah dimana Bacan tersebut diketemukan.

Ada Bacan Doko, sebab berasal dari daerah Doko, Pulau Bacan. Serta Bacan Palamea, yang ditambang dari daerah Palamea, di pulau yang sama. Yang membedakan adalah warna yang dimiliki oleh Bacan kedua daerah itu tak sama. Warna kehijauan, berarti Bacan Doko, sedangkan warna kebiruan adalah Bacan Palamea.

Keunikan dari batu Bacan adalah semakin lama ia akan berubah warna makin terang karena proses kristalisasi (silisifikasi) yang terjadi secara alami. Ada yang percaya bahwa seiring makin beningnya warna Bacan, berarti pemiliknya akan makin hoki atau banyak rejeki.

Sayangnya, keberadaan batu Bacan kini makin sulit didapat di daerah asalnya. Konon, penggalian untuk memperoleh batu berharga tersebut kini telah mencapai ratusan meter di bawah permukaan tanah.

Karena itu, harga Bacan bertambah mahal dan langka, sebab banyak kolektor dan pedagang yang berlomba-lomba memperolehnya. Belum lagi pembeli dari Taiwan dan China yang juga berani memasang harga tinggi untuk memperoleh batu Giok Indonesia tersebut.

Harga batu Bacan dipasaran berkisar Rp 40 juta – Rp 100 juta per kilogram, atau Rp 200 ribu – Rp 2 juta dengan ukuran kecil untuk mata cincin. Luar biasa.

Salah saru ciri batu bacan yang baik dan asli bisa terlihat dari kondisi batu yang sudah kristal secara sempurna, bening dan mengkilap termasuk tidak memiliki banyak bercak hitam, namun untuk corak yang seperti itu sudah dapat dipastikan harganya sangat tinggi. Kebanyakan penggemar pemula yang masih enggan merogoh kocek yang dalam, biasanya lebih memilih jenis bacan yang agak muda dengan ciri warna gelap atau tidak bening dan tampak keputihan.

Batu bacan semacam itu disebabkan batu masih muda dan masih banyak menyimpan zat kapur didalamnya. Tapi karena tingginya permintaan dan banyaknya peminat, membuat harga batu bacan itu terus mengalami peningkatan harga, sehingga batu yang masih belum mengkristal pun tetap laku dipasaran dengan harga yang lebih terjangkau.

Bagi mereka yang sudah berpengalaman merawat atau mentreatment batu permata seperti batu bacan yang masih muda agar cepat kristal bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti mengangkat zat kapur yang ada didalamnya dengan cara merendam batu. Hanya saja bagi yang belum berpengalaman bisa saja gagal bahkan bisa mengakibatkan kerusakan pada batu.

Lalu bagaimana cara merawat batu bacan yang sudah jadi kristal agar lebih mengkristal lebih sempurana???

Berikut ini cara yang bisa dilakukan:

1.Luangkan waktu untuk selalu membersihkan batu dengan air yang sudah dicampur dengan sabun. Gosok batu secara berlahan menggunakan kain lembut untuk menghindari terjadinya goresan terlebih jika lap kain yang digunakan kotor.

2.Hindari dari benturan keras dengan benda lain baik saat bekerja atau melakukan aktivitas lain. Hal itu untuk menjaga batu agar tidak tergores atau meninggalkan bekas goresan benda lain pada permukaan
Jangan dibawa tidur. Sebaiknya jika hendak tidur lepaskan saja dan letakkan ditempat yang terbuka agar terkena angin.

3.Jika batu sedang tidak dipakai jangan menyimpan di tempat tertutup seperti dalam kotak, terutama untuk batu bacan yang masih dalam proses kristal. Hal itu diperlukan untuk membantu batu berproses secara alami alami lebih mengkristal.

4.Mengkilapkan batu dengan cara mengoles batu dengan minyak zaitun atau minyak angin dan baby oil agar batu bisa lebih berkilau. Namun yang paling mudah dan aman cukup dengan menggosk-gosokkan pada kain kering.

Namun beberapa hal yang harus diperhatikan seblum melakukan banyak hal terutama dalam hal perawatan dan treatment terhadap batu bacan yang anda miliki sebaiknya pikirkan terlebih dahulu, Apa hal itu sudah benar dilakukan.

Sebaiknya jangan melakukan hal-hal aneh, apa lagi jika batu sudah mengkristal sebab jika terjadi kesalahan Treatment, bukannya batu menjadi labih bagus justru bisa berubah menjadi hangus atau rusak.

    Penggemar batu permata atau batu mulia pasti telah paham apa itu batu Bacan. Batu berwarna hijau dengan corak hitam di beberapa bagiannya tersebut kini sedang jadi primadona. Keindahan batu Bacan yang sering disebut juga batu Giok Indonesia itu bahkan telah terdengar hingga ke  Taiwan dan China, menyebabkan permintaan dan harga batu tersebut melonjak tajam.

Batu Bacan (chrysocola) di tanah air hanya dapat ditemukan di daerah Maluku Utara, tepatnya Kabupaten Halmahera Selatan di sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Bacan. Jenisnya dinamakan sesuai dengan nama daerah dimana Bacan tersebut diketemukan.

Ada Bacan Doko, sebab berasal dari daerah Doko, Pulau Bacan. Serta Bacan Palamea, yang ditambang dari daerah Palamea, di pulau yang sama. Yang membedakan adalah warna yang dimiliki oleh Bacan kedua daerah itu tak sama. Warna kehijauan, berarti Bacan Doko, sedangkan warna kebiruan adalah Bacan Palamea.

Keunikan dari batu Bacan adalah semakin lama ia akan berubah warna makin terang karena proses kristalisasi (silisifikasi) yang terjadi secara alami. Ada yang percaya bahwa seiring makin beningnya warna Bacan, berarti pemiliknya akan makin hoki atau banyak rejeki.

Sayangnya, keberadaan batu Bacan kini makin sulit didapat di daerah asalnya. Konon, penggalian untuk memperoleh batu berharga tersebut kini telah mencapai ratusan meter di bawah permukaan tanah.

Karena itu, harga Bacan bertambah mahal dan langka, sebab banyak kolektor dan pedagang yang berlomba-lomba memperolehnya. Belum lagi pembeli dari Taiwan dan China yang juga berani memasang harga tinggi untuk memperoleh batu Giok Indonesia tersebut.

Harga batu Bacan dipasaran berkisar Rp 40 juta – Rp 100 juta per kilogram, atau Rp 200 ribu – Rp 2 juta dengan ukuran kecil untuk mata cincin. Luar biasa.

Informasi dan Pengetahuan Tentang Batu Bacan

Batu Cincin bacan, batu yang satu ini akhir akhir ini banyak sekali diburu dikalangan penggemar atau pengoleksi batu cincin, tentu saja , menurut informasi yang didapat batu akik bacan ini memiliki beragam khasiat dan manfaat sehingga membuat para penggemar batu cincin sangat mengincar batu jenis ini.
Batu Cincin bacan menurut jenis nya terdapat dua jenis, yaitu batu bacan doko dan batu bacan palamea tetapi pada saat ini yang paling banyak dicari adalah batu bacan yang jenis doko.

Jika anda pernah menonton serial kolosal yang saat ini sedang banyak digemari yaitu film mahabarata, coba anda perhatikan batu yang dipakai oleh karakter sengkuni, seperti yang kita lihat itu yang dipakai sepertinya batu bacan tetapi untuk pastinya kita tidak bisa tau karena hanya mirip loh ya.
Eh, tetapi disini kita tidak mebahas mengenai itu, kita akan membahas apasih batu cbacan doko dan batu bacan palamea. Secara jenis memang berbeda tetapi tentu saja mmemiliki perbedaan, dari segi manfaat ataupun warna yang dihasilkan. Nah Untuk jelasnya anda bisa baca ulasan singkat berikut ini untuk menambah wawasan anda mengenai batu Bacan.


Batu bacan akhir akhir ini tengah menjadi primadona dari batu batu lainnya, konon katanya batu bacan merupakan batu hidup karena dapat bermetamorfosis atau berubah dengan sendirinya selayaknya tumbuhan yang bertumbuh besar,batu bacan ini mampu merubah warnanya yang awalnya hitam bisa menjadi hijau yang sangat mengagumkan. Kenapa bisa begitu karena Batu bacan memiliki inklusi atau serat batu yang banyak dan padan serta secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening) dan mengkristal dalam waktu bisa dibilang cukup lama yaitu dengan hitungan tahun.

Dan ternyata tidak hanya itu, batu bacan tak hanya bisa berubah warna tetapi juga dapat menyerap senyawa yang dekat dengan batu tersebut, misalkan saja batu bacan anda dekatkan dengan sebutir emas, maka lama kelamaan jika kita perhatikan didalam batu bacan akan terdapat bintik bintik emas yang anda lekatkan tadi.
Karena kelebihan kelebihan batu bacan inilah yang membuat para pencinta dan pengkolektor batu cincin berbondong bonding berburu batu bacan, kemampuan yang unik ini berhasil menghipnotis para pengagumnya banyak pengkolektor dari berbagai Negara seperti China, Arab, dan Eropa mengagumi batu yang satu ini.

Batu bacan bisa dibilang cukup keras, yang memiliki kekerasa batu 7,5 Mohs, dan ini bisa dibilang setara dengan batu jamrud dan melebihi kekerasan dari batu giok. Dengan kelebihan dan keistimewaan serta keunggulan yang dimiliki banyak pengkolektor memburu batu ini , sejak tahun 1994 yang lalu, atau malah mungkin lebih dari itu.
Di Indonesia sendri , batu bacan mulai popular diawaln tahun 2005, hingga kini jika menurut informasi harganya cukup mahal bisa belasan hingga puluhan juta loh, hmmm harga yang fantastis untuk hanya sekedar batu seperti ini.

Anda bisa menemukan batu bacan di Pulau Kasiruta, tetapi tidak mudah untuk mendapatkan batu ini, anda perlu menggali paling tidak sedalam 10meter bahkan bisa lebih. Walaupun batu ini identik dengan warna hijau yang mempesona, ternyata tidak warna hijau saja loh masi ada warna lainnya seperti kuning muda, kuning tua, merah, putih bening, putih susu, coklat kemerahan, keunguan seperti bungur, coklat dan warna lainnya hingga 9 macam warna.

JIka anda ingin mencari batu bacan ini , anda bisa berkunjung ke Ternate, Tidore , Jailolo ataupun pulau bacan, tetapi anda harus teliti dan cermat untuk memilh batu cincin ini atau anda bisa meminta saran orang yang menurut anda bisa dipercaya untuk menentukan keasliannya. Dan jangan sampai anda tertipu membeli atau memilih batu bacan mati karena jika sudah mati maka batu ini tidak akan bisa berubah seperti selayaknya batu bacan yang masih hidup.

Sekedar informasi untuk anda, Batu bacan memiliki dua jenis, yaitu batu bacan doko dan batu bacan palamea. Batu bacan doko biasanya dan kebanyakan berwarna hijau tua sedangkan batu bacan palamea memiliki warna hijau dan sedikit kebiruan.

Nama dari kedua batu tersebut diambil dari nama desa yang berada di Pulau Kasiruta, tentunya kedua desa tersebut memiliki stok banyak atau tambang batu bacan. Untuk batu bacan yang masih muda biasanya kekerasan batu hanya sekitar 3 – 4 skala Mohs, sedangkan batu bacan yang sudah jadi atau sudah memiliki kualitas tinggi biasanya kekerasan batu akan meninggkat pada 7 Skala Mohs. Batu bacan yang sudah memproses alami akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah diasah.

Batu bacan doko dan palamea termasuk 2 jenis batuan Halmahera yang saat ini tengah naik daun dan sering menjadi perbincangan antara pengobi batu permata. Perburuan pun terus berlanjut, bahkan banyak pedagang yang merasa kewalahan atas tingginya permintaan batu dengan ciri khas warna hijau itu.

Keunikan batu bacan doko atau palamea menjadi alasan banyak kolektor dan penghobi tertarik untuk memiliki batu yang dianggap setara dengan giok itu. Salah satu keunikan yang paling menonjol karena kemampuan batu itu mengkristal secara alami meskipun sudah diangkat dari perut bumi vahkan setelah berupa perhiasan, sehingga banyak yang menyebut batu bacan sebagai batu permata bernyawa dan batu hidup

Batu itu sebenarnya terbagi menjadi 3 janis yaitu Bacan Obi, Doko Dan Bacan Palamea. Ketiga jenis batu tersebut ditemukan dari wilayah yang sama yaitu Maluku Utara. Mekipun ketiganya berasal dari wilayah yang sama namun memiliki karakteristik berbeda satu sama lain, sehingga hanya 2 jenis saja yaang paling terkenal dipasaran.

 Untuk membedakan ke 3 jenis batu itu cukup mudah dan juga bisa dibedakan secara kasat mata terutama warna karena ketihganya memiliki warna yang berbeda

Batu ini banyak ditemukan di Desa Doko Pulau Kasiruta, Kecamatan Bacan Barat Halmahera Maluku Utara sehingga batu yang dianggap bernyawa tersebut menggunakan nama sesuai ditemukannya.

Bacan Doko memiliki warna hujau bening dan hijau tua agak gelap dan pedagang banyak menyebutnya dengan hijau cincau, tapi jika disenter akan keluar hijau cerah dan termasuk warna yang paling disukai dan digemari banyak kolektor . Bacan doko cincau biasanya lebih cepat mengalami perubahan warna dibandingkan jenis palamea dan berkisar antara 3 hingga 4 bulan warna sudah mulai berubah hijau dari warna sebelumnya yang agak gelap. Semakin cerah warna yang dimiliki maka harganya pun akan semakin mahal.

 Jenis batu bacan palamea ditemukan di Desa Palamea Kecamatan Bacan Barat Halmahera, ciri warna pada jenis bacan ini hijau kebiruan. Proses kristalisasi menjadi bening dipercaya lebih lambat dibandingkan dengan jenis doko. Namun kedua jenis batu tersebut sama-sama mejadi burun banyak kolektor dan pencinta permata.

 Jenis batu ini dikenal dengan sebutan batu obi, ditemukan di pulau Obi Maluku Utara dan memiliki karakteristik berbeda dengan bacan doko atau palamea yang bisa berubah warna sedangkan batu obi tidak bisa berubah warna meskipun disimpan dalam waktu lama. Namun demikian obi juga termasuk jenis batu asal Halmahera yang juga menjadi incaran banyak kolektor lokal maupun manca negara.

Batu Permata Alam Indonesia

Batu mulia atau batu permata adalah sebuah satuan mineral keras berupa batu, batu ini terbentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai warna dan dari batu yang ada batu ini yang paling keras.

Karena kekerasannya batu ini sangat susah didapat dari alam, hingga harga jualnya menjadi tinggi, dan ini tentu diminati oleh para kolektor yang berkantong tebal.
Sebelum berbentuk batu permata sebagian besar batu ini harus dipoles terlebih dahulu hingga bisa dipakai dan dijadikansebagai perhiasan, biasanya yang menyukai permata ini adalah wanita, namun saat ini para pria tak ketinggalan.

Dijelaskan Ki Jambul, di dunia ini tidak semua tempat mengandung batu permata, di Indonesia hanya ada  beberapa tempat yang mengandung batu permata antara yang terkenal misalnya di provinsi Banten dengan Kalimayanya, di Lampung dengan batu jenis-jenis anggur yang menawan dan jenis cempaka, di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) dan Intan (berlian), Bacan di Almahera, Lumut Sungai dareh, Sumbar, Bio Solar Aceh, juga dibeberpa tempat di Sumatera.

"Batu permata mempunyai nama dari mulai huruf a sampai huruf z yang diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dikenal dengan Skala Mohs dari 1 sampai 10." Jelasnya.
Permata yang paling diminati di dunia adalah yang berkristal yang selain jenis batu mulia seperti Berlian, Zamrud, Ruby dan Safir, batu-batu akik jenis Bacan, Lumut Sungai Dareh, Solar Aceh, Anggur seperti Biru Langit, Bungur atau kecubung yang berasal dari Tanjung Bintang, Lampung saat ini banyak di buru oleh para kolektor karena kualitas kristalnya.

"Belakangan ini muncul batu Lavender, Giok Aceh, dan banyak lagi, bahkan saat ini diseluruh kota di Indonesia bermunculan pengasah batu akik ini," Tukasnya

Batu Bio Solar Aceh, Lumut Sungai Dareh dan Bacan Bersaing Ketat

Setelah Bio Solar Aceh dan Batu Lumut Sungai Dareh, sebelumnya Batu Bacan sudah menjadi primadona di kalangan pecinta dan kolektor batu akik Nusantara, satu butir batu akik jenis bacan ini harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Apalagi jika bacan itu mengandung keunikan yang disebut-sebut punya nyawa, harga jualnya bisa fantastik hingga ratusan juta rupiah.

Hal ini membuat para kolektor memburu batu ini, sedikit mengenal sejarahnya, batu bacan berasal dari Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Di daerah asalnya, kepopuleran bacan sudah berlangsung sejak lama, namun mendunianya setelah ada warga asing membawa labor terhadap kadar batu ini, ternyata batu ini memiliki keunikan sendiri setelah batu mulia.

Semenetara Batu Lumut Sungai Dareh di Sumbar dan Bio Solar dari Aceh juga tidak kalah dengan keunikan Bacan, bahkan saat ini cenderung orang memburu batu yang berasal dari pulau Sumatera ini, apalagi setelah beberpa hari lalu, Bio Solar menjadi pemenang pada pameran batu di Jakarta.
Kenapa batu ini menjadi buruan, itu disebabkan batunya langka dan warnanya diyakini bisa berubah. Dengan cahaya kristal yang terpancar dari dalam bacan ini, mampu memikat seluruh pecinta dan kolektor batu akik untuk mengkoleksinya, bahkan ada yang hidupnya diabdikan mengeluti bisnis bacan hingga meninggalkan keluarga.

Batu Bacan yang paling dicari adalah bacan doko. Sebab, warnanya bisa berubah dan ada cahaya kristalnya, dibilang bernyawa karena bisa berubah warna dan paling mahal harga jualnya.
Selain jenis doko, bacan juga memiliki jenis lain yakni bacan obi berwarna coklat, putih, dan madu, bacan palamea berwarna biru dan merah, bacan weda berwarna coklat dan kuning, dan beberapa jenis bacan lainnya. Doko sendiri berwarna hijau.

Di antara batu akik, harga bacan terbilang paling mahal. Harga per butir bacan yang siap pakai jadi permata cincin yang sudah jadi bisa dihargai Rp 5 juta sampai Rp 15 juta, seperti yang dilansir di laman Metroterkini.com.
Kalau dibeli perbongkahan seperti Bacan doko bisa Rp 200 juta sampai Rp 300 juta per kilogram. Itu harga bacan yang benar-benar super yang diambil langsung dari kedalaman yang paling dalam di pusat pertambangan Pulau Bacan,

Pecinta batu akik ini tidak hanya kalangan orang tua dan remaja tapi juga anak-anak muda, yakni pelajar bahkan ada murid SD, mereka terinspirasi berita di sejumlah media massa. “Memang tak jarang pecinta batu akik lagi menggandrungi batu jenis Bacan, Bio Solar dan Sungai Dareh,” kata salah seorang pecinta batu akik di Surabaya yang enggan disebut identitasnya,

Batu Cincin yang Paling Laris


Cincin bermatakan batu akik yang dari dulu sudah ada kini memasuki masa keemasannya. Lantas fenomenan itu pun menjadi tren yang digandrungi tidak hanya yang tua, yang muda pun kini tak malu memamerkan aksesoris jari tersebut.

Batu akik penghias cincin atau ada pula yang dijadikan bandul pada kalung ternyata beragam jenisnya. Tidak hanya jenis ternyata, harganya pun juga beraneka dari yang paling murah hingga yang paling mahal. Semua disesuaikan dengan kombinasi warna dan bentuknya.

Seorang penjual batu akik di Pasar Mester Jatinegara menjual cincin batu jenis bacan dengan harga Rp 700 ribu. Inilah jenis batu yang paling banyak penggemarnya. Sebab latar belakang mistis dan keindahannya adalah nilai jual dari jenis tersebut.

Berikut beberapa jenis batu cincin yang paling banyak diincar :

1. Batu Bacan Hijau

Batu bacan banyak menjadi incaran. Menurut seorang kolektor cincin batu akik bernama Herman (24), karakter batu ini sangat unik lantaran makin hari makin indah warna yang dimunculkan. Kelangkaan juga menjadi faktor lain dari diincarnya batu jenis ini oleh para penggemar. Kata Bacan diambil dari tempat dari mana batu ini diperdagangkan, yaitu Pulau Bacan. Namun, batu ini justru banyak ditemukan di Pulau Kasiruta Halmahera. Menurut Herman untuk sebongkah bacan hijau dibanderol berkisar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

2. Batu Akik Lavender

Herman kembali menjelaskan bahwa dari bermacam-macam jenis batu akik, ada yang menyebut akik lavendarlah yang menjadi primadonanya. Sambil melihatkan koleksinya, Herman menjelaskan perbedaan antara batu akik lavender dengan batu akik jenis lainnya yang berwarna ungu murni.

"Biasanya kalau ungu doang itu batu kecubung, biasanya batu akik lavender yang keunguan bisa berubah menjadi coklat dan terkadang kuning," kata Herman.

Menjadi primadona lantaran lavender memiliki harga yang terjangkau. Sehingga tidak berat di kantong, terlebih demi mengikuti tren penggunaan batu akik. Harga yang dibanderol untuk batu jenis ini sekitar Rp 100 ribu.


3. Akik anggur

Batu akik jenis ini menurut penjual batu akik di Pasar Mester Jatinegara memiliki warna yang sangat menarik yaitu putih susu. Batu ini juga bisa dibilang cukup terjangkau, harga standar yang dibanderol untuk batu jenis ini berkisar dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

4. Ruby

Alasan batu-batu tersebut diburu selain akan keindahan serta kelangkaanya juga lantaran gengsi saat memakainya. Salah satu yang dapat meninggikan gengsi itu adalah batu jenis ruby. Batu ini tergolong dalam batu jenis mulya yang paling banyak dicari lantaran harganya yang miring dan bergengsi.

"Ini paling dicari karena mewah dan tergolong dalam batu mulia dan harganya termasuk miring, namun beda harga tergantung dari tempat asalnya," kata seorang kolektor batu cincin, Rendi.

Batu ruby yang paling banyak dicari berasal dari Sri Lanka. Batu ruby asal Sri Lanka ini diminati karena warnanya semakin indah apabila sudah lama digunakan atau istilahnya sudah "jadi". Harga yang dibanderol untuk batu mulya ini tidak sama dengan batu akik. Batu mulya dijual tidak asal-asalan karena dihitung harga perkaratnya.

"Yang membedakan harga dari batu mulya dengan yang lainnya dia dihitung melalui berapa karatnya. Perkarat harganya variatif namun biasanya Rp 50 ribu sudah dapat 1 karat," ujar Rendi.

Selain ruby masih ada sapphire dan zamrud yang tergolong menjadi incaran di jenis batu mulya. Namun, paling mahal tetap batu diamond karena keindahan, mahalnya harga dan juga kelangkaannya.

"Alasan mahalnya diamond di Indonesia karena belum ada alat potong berlian untuk dijadikan cincin selain di Eropa. Paling ada yang jual diamond di Frank and Co dan itu harganya dahsyat bisa mulai puluhan juta hingga milyaran," pungkasnya.

 

Asal Usul Batu Bacan

Dari sekian banyak kekayaan alam yang dihadirkan di Maluku Utara, adalah bacan sebuah nama pulau, nama kerajaan, sekaligus juga nama batu mulia yang telah melambungkan namanya ke mancanegara. Untuk yang terakhir itu, bacan sebagai nama jenis batu mulia telah tersohor hingga ke luar negeri bukan hanya di masa sekarang melainkan sejak abad pertengahan dimana kawasan ini menjadi pusat rempah-rempah dunia.

Meski pamor batu bacan menguat beberapa tahun belakangan di kalangan peminat batu mulia namun sebenarnya orang di kawasan empat kerajaan Maluku (Terante, Tidore, Jailolo, dan Bacan) sudah mengetahui jauh sebelumnya. Nama pulau penghasil batu bacan sendiri adalah Pulau Kasiruta. Akan tetapi, penisbahan nama bacan diawali dari tempat pertama kali batu itu diperdagangkan, yaitu Pulau Bacan yang tidak seberapa jauh jaraknya dari Pulau Kasiruta.

Batu bacan merupakan ‘batu hidup’ karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami ataupun cukup dengan mengenakannya setiap hari dalam bentuk cincin, kalung, ataupun kepala sabuk. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening) dan mengkristal dalam waktu bertahun-tahun.

Sebagai contoh, batu bacan warna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tidak cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah lagi dalam proses ‘pembersihan’ sehingga menjadi hijau bening seperti air. Untuk mempercepat proses tersebut  biasanya pemilik batu bacan akan terus-menerus memakainya hingga berubah warnanya.

Tidak hanya mampu ‘hidup’ berubah warna secara alami, batu bacan juga untuk beberapa jenis dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti sebutir batu bacan hijau doko yang dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam batunya muncul bintik-bintik emas.

Kemampuan batu bacan yang berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu, batu bacan juga memiliki tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi batu giok. Dengan keistimewaan dan keunggulan batu bacan itulah banyak pecinta batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005 dimana sekarang harganya sangat mahal serta kurang logis bagi orang awam.

Penambangan batu bacan sendiri di Pulau Kasiruta tidaklah mudah karena perlu penggalian tanah hingga lebih dari 10 meter. Penambang batunya perlu mencari di tanah terdalam demi mencari urat-urat galur batu bacan. Meski lebih identik dengan warna hijau, batu bacan sebenarnya memiliki ragam warna lain seperti kuning tua, kuning muda, merah, putih bening, putih susu, coklat kemerahan, keunguan, coklat, bahkan juga beragam warna lainnya hingga 9 macam.

Batu bacan diketahui telah menjadi perhiasan hampir setiap warga sejak masa empat kesultanan (Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan) di Maluku Utara, baik itu oleh pria maupun wanita. Bahkan, batu bacan terbaik menjadi penghias mahkota para sultan yang masih ada hingga saat ini seperti pada mahkota Kesultanan Ternate. Sering pula batu ini menjadi hadiah bagi tamu yang menyambangi pulau-pulau di Maluku. Tahun 1960 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Pulau Bacan dihadiahi warga di sana berupa batu bacan. Presiden SBY juga sempat menghadiahi Presiden Amerika Serikat, yaitu Barrack Obama berupa cincin batu bacan saat berkunjung ke Indonesia.

Apabila Anda menyambangi Ternate, Tidore, Jailolo, atau pun Pulau Bacan maka pastikan mendapatkannya untuk sebuah cenderamata. Akan tetapi, perlu kecermatan memilih atau mintalah saran orang yang memahaminya terkait keasliannya. Hindari pula membeli batu bacan ‘mati’ yang dibentuk jadi mata kalung atau mata cincin dimana terkadang batu tersebut tidak akan proses lagi.

Sebagai panduan singkat bahwa jenis batu bacan berkualitas yang umum dikenal dan beredar di pasaran ada dua, yaitu bacan doko dan bacan palamea. Bacan doko kebanyakan berwarna hijau tua sedangkan bacan Palamea berwarna hijau muda kebiruan. Nama palamea dan doko sendiri diambil dari nama desa di Pulau Kasiruta. Kedua desa tersebut memiliki deposit batu bacan cukup banyak selain di desa Imbu Imbu dan Desa Besori. Batu bacan sendiri merupakan jenis batu krisokola yang kebanyakan berwarna hijau kebiruan. Kekerasan awal batu ini berkisar antara 3-4 pada skala Mohs. Batu Bacan berkualitas adalah yang telah mengalami proses silisifikasi sehingga kekerasannya mencapai 7 pada skala Mohs. Batu bacan yang sudah memproses alami akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah diasah.

Batu Bacan Tebarkan Pesona

Saat ini siapa yang tak mengenal Batu Bacan. Batu cincin yang tiba-tiba dua atau tiga tahun ini melonjak tajam pamornya. Bahkan Presiden USA Barrack Obamapun memakainya.
Awalnya, batu bacan dihasilkan di Pulau Kasiruta. Tetapi, batu ini lebih dikenal dengan sebutan batu bacan karena Pulau Bacan lah tempat batu ini diperdagangkan.

 Karakteristik batu bacan sangat menarik. Sebab, serat batu yang banyak secara perlahan akan membuat batu bacan menjadi lebih bersih atau bening dan mengkristal dalam waktu yang cukup lama dengan sendirinya. Batu mulia yang berwarna hijau-biru dengan karakteristik unik yaitu konon bisa “hidup” karena bisa berubah warna dan kejernihan. Batu permata yang dalam bidang keilmuan “perbatuan” dikenal dengan nama Chrysocolla in Chalcedony atau untuk orang “luar” menyebutnya dengan Gem Silica ini sangat menarik minat penghobi batu mulai dari dalam maupun luar negri.
 Bukan hanya itu, batu bacan pun mampu untuk menyerap senyawa lain di dekatnya. Misal, batu bacan dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas, maka lama kelamaan bahan emas tersebut akan diserap oleh batu bacan sehingga bagian dalam batu akan bintik-bintik emas.

Di pasaran harga batu bacan sangat beragam mulai dari harga ratusan ribu sampai dengan puluhan juta rupiah. semua harga tergantung dari prinsip utama dalam dunia perbatuan yaitu 4C (Cut, color, clarity, and carat) dan tentunya berpulang siapa penjual dan pembelinya juga menentukan harga dari batu tersebut. Dari beberapa jenis batu lokal, mungkin batu Bacan inilah yang mempunyai nilai jual paling tinggi ketimbang batu local lainya di Indonesia. Dan memang terlepas dari segi nasionalisme kualitas Gem Silica made in Indonesialah yang paling indah di bandingkan gem silica made in Negara lain seperti Philipines, Peru, dan daerah seputaran amerika latin yang juga sama-sama menghasilkan bebatuan berjenis bacan.

Nama batu bacan yang paling sering terdengar adalah Bacan Doko yang berwarna greenish-blue dan  Bacan Palamea yang berwarna bluish-green tetapisebenarnya di sekitaran kepulauan Halmahera sendiri bukan hanya menghasilkan batu jenis bacan atau  Chrysocolla in Chalcedony saja, tetapi ada juga jenis Chrome Chalcedony (Mtorolite), Batu Carnelian dengan ciri khas warna merah atau yang biasa dikenal dengan nama Bacan Obi dan juga Batu Giok (Jade).


Cara Mengkilapkan Batu Bacan Pancawarna

Bagi para penggemar dan pemilik batu bacan pancawarna, kali ini saya akan posting cara mengkilapkan batu bacan pancawarna. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari pemolesan batu bacan pancawarna dibutuhkan kesabaran serta ketekunan dalam membuat batu tersebut menjadi mengkilap. 
Inilah bahan-bahan yang harus disiapkan.


Bahan-bahan:
  1. Amplas tipe 2000
  2. Kertas dan serbuk intan
  3. Baby oil
  4. Kertas koran bekas


Caranya sebagai berikut:
  • Amplas batu bacan pancawarna dengan amplas 2000
  • Siapkan kertas intan dan serbuk intan bila ada yang sudah jadi, kalau belum campurkan serbuk intan dan baby oil
  • Gosok kesemua permukaan batu selama kurang lebih lima menit
  • Gosok kembali dengan koran bekas


Semakin sering sobat memoles dan menggosok batu bacan pancawarna dengan cara diatas, semakin bagus dan kinclong hasilnya.

Cara Mengangkat Kandungan Kapur Pada Batu Bacan

Batu bacan yang sudah mengkristal akan terlihat sangat indah, warna hajaunya tampak alami dan trasparan sehingga dapat tembus cahaya, tanpa penghalang dan membuat batu tampak jernih, walaupun mungkin masih ada bercak-bercak namun biasanya jika dilakukan perawatan yang baik dalam waktu singkat bisa bertambah jernih.
Jika anda memiliki batu bacan yang belum mengkristal secara sempurna, sesuai karakter batu yang bisa mengkristal secara alami cepat atau lambat biasanya batu akan mengkristal dengan sendirinya. Untuk memproses batu agar cepat mengkristal bisa dilakukan cara berikut ini :
  • Melakukan penggosokan pada batu scara teratur menggunakan kulit atau klaras pisang (daun pisang kering) dan bisa dilakukan saat waktu senggang
  • Lakukan perendaman dengan air hujan atau cairan isotonik selama semalaman
  • Keesokan harinya angkat dan jemur lakukan sekita jam 10 sampai 11 siang
  • Kemudian gogok dengan kain lembut dan amati setelah batu mulai mendingin apa ada perubahan warna?
  • Jika belum bisa lakukan perendaman ulang dan jemur, tapi jangan terlalu lama lalu lap menggunakan kain halus
  • Biasanya batu yang masih mengandung zat kapur akan tampak zat kapur di bagian permukaan batu
Perendaman dilakukan berfungsi untuk mencairkan zat yang ada didalamnya termasuk bahan minyak atau kimia yang sebelumnya mungkin pernah dilakukan orang lain. Karena itu sebaiknya melakukan proses treatment untuk mengkilatkan batu bacan lakukan secara hati-hati untuk menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan pada batu

Cara Membuat Batu Bacan Kristal Secara Alami

Cara proses batu bacan agar cepat mengkristal secara alami – Batu bacan yang mengkristal secara sempurna dan mengkilat merupakan salah ciri batu bacan berkualiatas sehingga harganya bisa sangat mahal. Namun untuk membeli bacan yang sudah kristal dengan sempurna tentu harus mengeluarkan dana cukup besar. Sehingga banyak kolektor atau gemlover yang treatment sendiri dari batu bacan yang muda kemudian di proses agar menjadi kristal alami.

 Dengan demikian mereka dapat memiliki batu berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, pasalnya jenis batu bacan yang masih muda dan masih belum jadi, biasanya harganya lebih terjangkau. Dengan cara proses treatment yang benar dan tepat bisa membuat batu yang semula masih banyak mengandung zat kapur bisa mengkristal secara alami.

Jika anda memiliki batu bacan yang belum mengkristal secara sempurna, sesuai karakter batu yang bisa mengkristal secara alami cepat atau lambat biasanya batu akan mengkristal dengan sendirinya. Untuk memproses batu agar cepat mengkristal bisa dilakukan cara berikut ini :
  • Melakukan penggosokan pada batu scara teratur menggunakan kulit atau klaras pisang (daun pisang kering) dan bisa dilakukan saat waktu senggang
  • Lakukan perendaman dengan air hujan atau cairan isotonik selama semalaman
  • Keesokan harinya angkat dan jemur lakukan sekita jam 10 sampai 11 siang
  • Kemudian gogok dengan kain lembut dan amati setelah batu mulai mendingin apa ada perubahan warna?
  • Jika belum bisa lakukan perendaman ulang dan jemur, tapi jangan terlalu lama lalu lap menggunakan kain halus
  • Biasanya batu yang masih mengandung zat kapur akan tampak zat kapur di bagian permukaan batu

Mengenal Batu Bacan Pid

Bacan putih (pido) adalah salah satu jenis dari batu bacan yang mempunyai warna yang bagus dan indah. Sekarang ini banyak beredar bahan bacan putih (pido) dengan harga yang relatif terjangkau bagi para gemslovers.

Ciri-ciri bacan putih (fido) adalah:
  1. Berwarna putih
  2. Mempunyai kilau hijau
  3. Tembus senter
  4. Serat halus


Adapun ciri diatas adalah yang saya ketahui, dan batu tersebut hampir mirip dengan batu anggur. Bila ingin mengetahui secara pasti, lakukan tes laboratorium yang terdapat di rawa bening.

Cara Treatment Batu Bacan Pancawarna

Batu bacan pancawarna adalah salah satu jenis dari batu bacan yang mempunyai warna-warni yang indah dan artistik. Batu bacan pancawarna memang tidak semahal batu bacan doko, namun bila di cermati batu tersebut bisa menjadi mahal bila warnanya alami dan kristal.

Berikut ini langkah-langkah untuk merawat batu bacan pancawarna.
Bahan-bahan: 
  1. Kulit 
  2. Baby oil 
Caranya sebagai berikut:
  • Jemur batu bacan pancawarna seharian 
  • Angkat dan anginkan 
  • Gosok menggunakan kulit selama 5 menit 
  • Olesi dengan baby oil 

Hasil yang didapat dengan melakukan cara diatas tergantung bahan dan kwlitas batu itu sendiri. 

Batu Bacan Ukuran Orang Kantoran

Bentuk ukuran batu cincin merupakan salah satu dari berbagai cara untuk menarik perhatian pembeli di online shop batu mulia dan batu lainnya. contohnya adalah ukuran kecil (size kantoran), Ukuran ini banyak diminati oleh penggemar batu cincin dari kalangan pekerja kantoran.
 penggemar batu dari kalangan ini memang tidak suka dengan bentuk yang besar atau jumbo yang mencerminkan orang yang sudah berumur. warna batu cincin juga menjadi pilihan dari kalangan ini. mereka lebih menyukai batu dengan warna yang terang dan menarik perhatian.

Masalah harga batu bacan dan batu mulia lainnya tidak menjadi soal dari kalangan ini, mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan batu cincin yang sesuai dengan selera dan katakter mereka. Saya pun pernah bertemu kalangan ini yang sedang bertransaksi batu bacan hingga puluhan juta rupiah.

Batu cincin bacan berukuran size kantoran merupakan lifestyle bagi mereka, dan bisa meningkatkan pamor di kalangan relasi bisnis khususnya yang suka akan batu bacan.
Baca juga cara memilih batu cincin yang sesuai untuk anda

Cara Membedakan Warna Bacan Alami dan Prosesan

Sobat gemslovers, dari bulan ke bulan semakin banyak saja pecinta batu mulia khususnya batu bacan, tentunya ini merupakan kabar baik bagi dunia perbatuan di indonesia.

Kali ini saya akan mengulas tentang bagaimana membedakan batu bacan yang diproses secara alami dan yang bukan. Untuk dapat membedakannya dibutuhkan kejelian dalam melihat batu tersebut, yang mana tips dibawah ini bisa menjadi rujukan sobat dalam menganalisanya.


  • Warna, biasanya batu yang diproses cepat (karbitan) akan mempunyai warna lebih redup dibandingkan yang alami.
  • Kejernihan batu, batu yang diproses secara cepat (karbitan) akan lebih buram dibandingkan yang alami.
  • Ketahanan warna batu karbitan akan cepat memudar dalam hitungan minggu.
  • Batu terasa lebih ringan bila ditimbang dengan batu yang sama baik bentuk maupun ukuran. 


Dari tips yang disebutkan diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa batu yang diproses secara cepat (karbitan) sama sekali berbeda jauh dari yang diproses secara alami.